Tarian Tradisional Kalimantan Selatan Dan Penjelasannya
Kalimantan Selatan atau Kalsel adalah
Provinsi yang beribukota Banjarmasin. Mayoritas penduduk Kalimantan
Selatan merupakan Suku Banjar yang terdiri atas 3 kelompok, yaitu Banjar
Kuala, Banjar Pahuluan dan Banjar Batang Banyu. Setiap kelompok
memiliki tradisi tersendiri namun tetap rukun
Tarian Tradisional Suku Banjar banyak
yang terkenal dan dibagi menjadi dua ada Tarian Banjar dan Tarian Banjar
Bukit. Mari kita mengenal Tarian Tradisional apa saja yang bisa kita ketahui tentang Suku Banjar, berikut ini beberapa Tarian Tradisional Kalimantan Selatan :
1. Tarian Baksa Kambang
Pada
jaman dahulu Tarian Baksa Kambang berkembang di lingkungan kraton
Banjar. Fungsi tarian ini adalah untuk menyambut tamu dari negara lain
atau keraton lain, untuk jaman sekarang tetap fungsinya. Selain itu
Tarian Baksa Kambang juga dipentaskan dalam acara keluarga seperi
Khitanan, Nikahan, pentas seni dll. Untuk melakukan tarian ini para
penari membawa Kembang Bogam yaitu rangkaian dari berbagai jenis bunga
diantaranya bunga mawar,bunga kantil,bunga melati,dan bunga kenanga.
Fungsi bunga nanti tersebut nanti akan diberikan kepada tamu yang hadir.
Untuk jumlah penari biasanya ganjil dan tarian ini menceritakan seorang
putri yang bermain di taman bunga dan sedang menari. Tarian ini dalam
pentasnya diiringi oleh gamelan yang beriarama lagunya yang sudah
baku,yaitu seperti Lagu Ayakan dan Jangklong atau sering disebut Kambang
Murni.
2. Tarian Radap Rahayu
Tarian
Rahayu merupakan tarian yang sakral, pada jaman dahulu tarian ini
merupakan tarian untuk upacara ritual tolak balak bagi masyarakat
Banjarmasin. Tari Radap Rahayu dilakukan pada upacara seperti kehamilan,
perkawinan, dan kematian. Tarian ini terinspirasi dari kejadian kapal
Perabu Yaksa berisi patih Lambung Mangkurat yang pulang berkunjung dari
kerajaan majapahit. Ketika sampai di Muara Mantuil dan akan memasuki
Sungai barito, kapal ini kandas di tengah perjalanan. Perahu oleng dan
nyaris terbalik. Pada intinya tarian ini merupakan gambaran rasa
bersyukur karena kapal tersebut tidak tenggelam.
3.Tarian Kuda Gepang
Tarian
Kuda Gepang merupakan tarian yang unik karena kudanya bukan dinaikin
tetapi di jepik di ketiak. Menurut cerita dahulu Tarian ini berasal dari
Lambung Mangkurat yang datang ke Majapahit untuk bertemu dengan Gajah
Mada ketika mau pulang di beri hadiah kuda, ketika dinaiki kudanya
lumpuh, dengan kesaktiannya kudanya di kecilin dan di bawa pakai tangan
untuk dinaikkan ke kapal. Tarian Kuda Gepang ini sangat terkenal di
masyarakat Banjar biasanya dipentaskan pada upacara perkawinan, khitanan
atau pentas seni. Tari ini biasanya dilengkapi juga dengan
diusungnya/bausung kedua pengantin saat menuju pelaminan.
4. Tarian Bagandut
Tarian
Bagadut adalah tarian yang mirip dengan tarian tayub, ronggeng. Tarian
ini merupakan termasuk tarian erotis, pada waktu dulu tarian ini
berkembang hanya dilingkungan kerajaan. Sekarang tarian ini bisa kita
lihat di acara Pernikahan,
khitanan, acara seni dll. Tarian ini cepat merakyat karena penari bisa
meminta penonton untuk ikut menari atau tamu yang di khususkan.
Gandut
merupakan profesi yang unik dalam masyarakat dan tidak sembarangan
wanita mampu menjadi Gandut. Selain syarat harus cantik dan pandai
menari, seorang Gandut juga wajib menguasai seni bela diri dan
mantera-mantera tertentu. Ilmu tambahan ini sangat penting untuk
melindungi dirinya sendiri dari tangan-tangan usil penonton yang tidak
sedikit ingin memikatnya memakai ilmu hitam. Dahulu banyak Gandut yang
diperistri oleh para bangsawan dan pejabat pemerintahan, disamping paras
cantik mereka juga diyakini memiliki ilmu pemikat hati penonton yang
dikehendakinya. Nyai Ratu Komalasari, permaisuri Sultan Adam adalah
bekas seorang penari Gandut yang terkenal.
5. Tarian Maayam Tikar Merupakan
jenis tari khas dari Kabupaten Tapin yang menggambarkan remaja putri
dari daerah Margasari, Kabupaten Tapin yang sedang menganyam tikar dan
anyaman. Tari berdurasi sekitar 6 menit ini biasanya dibawakan oleh 10
orang penari putri. Tari ini diciptakan oleh Muhammad Yusuf, Ketua
Sanggar Tari Buana Buluh Merindu, dari kota Rantau, ibukota Kabupaten
Tapin.
Keindahan tarian ini banyak membuat orang suka sehingga tarian ini terus berkembang di masyarakat Banjar
Semoga informasi tentang Tarian Tradisional Provinsi Kalimantan
Selatan bisa memberikan kita tambahan pengetahuan tentang Tarian
Tradisional di provinsi lain. Khususnya bagi pelajar atau generasi muda
memahami dan mengenal tarian tradisional Nusantara wajib sebab bila kita tidak mengenal maka kita tidak akan mau melestarikan
sumber : http://www.azamku.com/tarian-tradisional-kalimantan-selatan/
Banjarmasin Gelar Atraksi Budaya Sekaligus Atraksi Wisata Baayun Maulid
Konfrontasi -
Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, segera menggelar
atraksi budaya sekaligus atraksi wisata berupa baayun maulid untuk
menarik kunjungan wisatawan.
Koordinator pelaksana penyelanggara yang juga Asisten II Sekda Kota
Banjarmasin Hamli Kursani kepada pers di Banjarmasin, Selasa (16/12)
menjelaskan, hal tersebut seraya meminta seluruhmasyarakat kota ini
terlibat dalam event tersebut.
"Kita berharap seluruh masyarakat ikut menyemarakan kegiatan tersebut agar penyelanggaraannya sukses," kata Hamli Kursani.
Menurut Hamli, penyelanggaraan baayun maulid tahun ini digelar lebih
akbar dengan target sedikitnya seribu anak yang diayun pada kegiatan
tersebut dan ini akan dijadikan agenda tahunan sebagai atraksi
pelestarian budaya sekaligus atraksi wisata untuk menyemarakkan
kepariwisataan setempat.
Waktu pelaksanaan kegiatan tersebut pada 3 Januari 2015 atau 12
Rabiul Awal pada bulan Maulid Nabi, makanya pelaksanaannya akan
dirangkaikan dengan pergelaran pembacaraan Maulid Habsyi yang akan
melibatkan beberapa grup maulid Habsyi di kota ini.
Dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan haul Sultan Suriansyah (raja
Banjar pertama yang masuk Islam ) tersebut dihadiri Wali Kota
Banjarmasin Haji Muhidin seluruh pejabat di lingkungan Pemkot
Banjarmasin.
Bagi peserta baayun akan dikenakan biaya rp50 ribu orang, tetapi para
peserta akan menjadi peserta undian berhadiah berupa sebuah sepeda,
motor, mesin pendingin atau kulkas, televisi dan hadiah lainnya.
Karena itu, dia berharap masyarakat sesegeranya mendaftarkan
anak-anak mereka untuk di ayun pada acara yang juga dinilai ritual
tersebut. Pendaftaran di Pemkot Banjarmasin atau balaikota setempat
Jalan RE Martadinata Banjarmasin.
Berdasarkan keterangan, baayun maulid acara acara tahunan yang ada di
dalam masyarakat Suku Banjar selama bulan lahirnya Nabi Muhammad SAW,
dan dipercayai jika anak mereka ikut baayun akan memberikan berkah bagi
anak dikemudian hari.
Kegiatan tersebut pada bulan itu yang terbesar di Banjarmasin adalah
di Masjid Sultan Suriansyah Jalan Kuin Utara Banjarmasin, tetapi untuk
wilayah Kalsel terbesar di Banua Halat Kabupaten Tapin yang mencapai
2000 anak yang ikut diayun
sumber : http://www.konfrontasi.com/content/budaya/banjarmasin-gelar-atraksi-budaya-sekaligus-atraksi-wisata-baayun-maulid
Salah satu
upacara adat dari masyarakat kalimantan selatan yang sering dilakukan
adalah upacara adat yang oleh masyarakat setempat di sebut Acara "Bamandi-mandi menujuh bulan".
Upacara adat ini merupakan upacara yang dilakukan dalam rangka
menghadapi persiapan melahirkan dari ibu hamil yang kandungannya sudah
memasuki usia tujuh bulanan.
Proses
Bamandi-mandi sendiri dilakukan dengan tata cara tententu sesuai dengan
kepercayaan masyarakat setempat, mulai dengan memandikan ibu hamil
dengan air kembang atau bunga, hingga menanam bibit kelapa sebagai
simbol kepercayaan anak agar tumbuh subur seperti kelapa yang ditanam
tersebut. Berikut foto-foto dan gambar prosesi bamandi-mandi menujuh
bulan tersebut : sumber : http://indoborneonatural.blogspot.co.id/2014/06/upacara-adat-bamandi-mandi-menujuh.html
Kada disangka banyak jua urang Banjar nang jadi artis terkenal,
mungkin sebagian dari bubuhan pian masih ada nang kada tahu. Ngini 12
artis terkenal nang urang Banjar.
Olla Ramlan
Olla Ramlan.
Olla Ramlan lahir di Banjarmasin, 15 Februari 1980. Ia dikenal
sebagai model, pemain sinetron, presenter dan bintang iklan. Beberapa
judul sinetron ia bintangi yaitu Nada Cinta, Cinta Sejati dan Cahaya
Gemilang.
Olla Ramlan juga pernah menjadi model video klip beberapa diantaranya
Cinta Mati 2 (Mulan Jameela Feat Mitha The Virgin), Jangan Ganggu Aku
Lagi (Olga Syahputra) dan Matamu (Titi DJ). Selain itu ia juga pernah
bernyanyi duet bersama dengan Dewi Sandra membawakan lagu STOP.
Olla juga aktif menjadi presenter. Beberapa acara yang ia bawakan
yaitu Dahsyat (RCTI) dan Bukan 4 Mata (Trans 7). Olla Ramlan juga
membintangi sebuah iklan kopi yang dialognya hingga kini masih diingat
pemirsa dengan Pagi Donna.
Ayah Olla Ramlan adalah pengusaha yang cukup populer di Kalimantan
Selatan, yaitu Ramlan. Beberapa saudara Olla juga ada yang mengikuti
jejaknya menjadi artis yaitu Cynthia Ramlan dan Jelita Ramlan. Olla
resmi bercerai dengan suaminya yang berdarah Spanyol, Alex Tian pada
tanggal 7 Juli 2010 dengan dikarunia seorang putra, Sean Michael
Alexander. Pada tanggal 20 Desember 2012, Olla menikah dengan pengusaha
bernama Muhammad Aufar Hutapea.
Terry Putri
Terry Putri.
Terry Putri lahir di Banjarmasin, 1 Desember 1979. Ia dikenal sebagai
presenter, aktris dan bintang iklan. Namun ia lebih dikenal sebagai
presenter olahraga dan infotaiment.
Terry mengaku lebih senang menjadi pembawa acara dari pada harus
berakting di depan kamera. Selain bayarannya lebih besar, ia juga lebih
memilih menjadi presenter karena tidak terlalu menyita waktu.
Terry Putri yang kini berhijab telah bercerai dengan suaminya, Rully
Johan pada Februari 2012 setelah dua tahun merajut rumah tangga.
Pevita Pearce
Pevita Pearce.
Pevita Pearce lahir di Jakarta, 6 Oktober 1992. Ia memiliki darah Banjar dari ibunya, sedangkan ayahnya berdarah Inggris.
Pevita dikenal sebagai pemain film. Film pertamanya, yaitu Denias,
Senandung di Atas Awan (2006). Kemudian ia bermain kembali dalam film
Lost in Love yang tayang bulan Mei 2008. Dalam film ini, Pevita mendapat
peran utama sebagai Tita dan bermain bersama Richard Kevin yang
berperan sebagai Adit. Dengan film Lost in Love, Pevita masuk nominasi
sebagai Pemain Utama Wanita Terbaik FFI 2008.
Tahun 2013 ia membintangi film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang
diangkat dari karya Buya Hamka bersama Herjunot Ali dan Reza Rahadian.
Ian Kasela Radja
Ian Kasela.
Iandhika Mulya Ramadan atau lebih dikenal dengan Ian Kasela lahir di
Banjarmasin, 17 September 1976. Ia adalah vokalis grup band radja.
Bersama kakaknya, Moldy dan temannya, Shuma dan Adit ia membentuk band
Radja pada 17 Maret 2001. Mei 2003, personel band mereka berubah menjadi
Ian, Moldy, Indra, dan Seno hingga saat ini.
Moldy Radja
Moldy Radja.
Moldyansyah Kusnadi lahir di Banjarmasin, 26 Desember 1975. Ia yang
sering disapa Moldy dikenal sebagai gitaris grup band Radja. Ia juga
merupakan kakak kandung vokalis Radja, Ian Kasela.
Rindra Risyanto Noor (Rindra Padi)
Rindra Padi.
Rindra Risyanto Noor lahir di di Balikpapan, 5 Desember 1972. Ia
lebih dikenal dengan nama Rindra Padi. Ia merupakan bassis di grup band
Padi.
Ia lulusan Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Surabaya.
Gusti Hendy (Hendy Gigi)
Hendy Gigi.
Gusti Hendi lahir di Banjarmasin, 10 Maret 1980 dengan nama Gusti Erhandy Rahmatullah.
Ia lebih dikenal dengan panggilan Hendy Gigi. Ia adalah drummer dari grup band Gigi.
Ia merupakan putera dari Pangeran Gusti Rusdy Effendi, pemilik dan pemimpin umum Banjarmasin Post Grup
Fatur
Fatur.
Fatur yang memiliki nama lengkap Faturachman lahir di Tanjung, 16
Desember 1968. Ia juga dikenal sebagai Fatur Java Jive karena selama 10
tahun, Fatur menjadi vokalis grup band Java Jive. Namanya melejit berkat
lagu "Kulakukan Semua Untukmu" berduet dengan Nadila di album kompilasi
Love 2000.
Arul Efansyah (Arul Power Metal)
Arul Efansyah.
Arul Efansyah yang bernama asli Chairul Efansyah, lahir di
Banjarmasin, 5 Agustus 1964. Ia merupakan penyanyi rock dan vokalis grup
band Power Metal. Ia dijuluki dijuluki “Arul, The Seven Octave” karena
nada suaranya yang tinggi dan melengking.
Pada tahun 1991, Power Metal merilis debut album bertitel "Power
One", Album Power One mendapat sambutan menggembirakan dari masyarakat.
Album ini melahirkan sejumlah hits, diantaranya Angkara, Satu Jiwa,
Pengakuan, Bayangan Dirimu, Malapetaka dan Cita Yang Tersita. Arul
Efansyah merupakan vokalis andalan Power Metal, telah 9 album yang
dihasilkan bersama Power Metal sejak tahun 1991.
Eet Sjahranie
Eet Sjahranie.
Eet Sjahranie lahir di Bandung, 3 Februari 1962 dengan nama Zahedi
Riza Sjahranie. Ia merupakan putera dari Abdoel Wahab Sjahranie,
gubernur Kalimantan Timur tahun 1967-1977.
Ia merupakan musisi dan gitaris grup band EdanE, grup musik beraliran
hard rock dan heavy metal yang mulai berkarya sejak tahun 1991.
Ia juga merupakan mantan gitaris God Bles, grup musik rock yang
telah menjadi legenda di Indonesia. Eet Sjahranie selalu dihubungkan
dengan kepiawaiannya memetik dawai gitar. Eet disebut-sebut sebagai
salah satu jawara gitar di tanah air.
Bopak Castelo
Bopak Castello.
Bopak Castello yang bernama asli Indrayana Bidwy lahir di Jakarta, 19
Mei 1967. Ia adalah pelawak berdarah Banjar yang terkenal setelah
membintangi acara Yuk Keep Smile di Trans TV.
Tommy Kaganangan
Tommy Kaganangan.
Tommy Kaganangan lahir di Banjarmasin, 15 Oktober 1996. Ia adalah
aktor yang telah membintangi puluhan sinetron, beberapa diantaranya
yaitu Jagoan Silat, Ronaldowati, Terbang Bersamamu, Monyet Cantik 2 dan
Anak-Anak Manusia
sumber : http://pulaubanuabanjar.com/index.php/tulisan/baca/144/12-Artis-Terkenal-Nang-Urang-Banjar
Kerajaan Banjar, yang beribukota di Martapura memiliki Masjid sebagai Pusat Da’wah Islam dan menjadi saksi 12 sultan
yang memerintah. Pada waktu itu Masjid berfungsi sebagai tempat
peribadatan, dakwah Islamiyah, integrasi umat Islam dan markas atau
benteng pertahanan para pejuang dalam menantang Belanda.
Akibat
pembakaran Kampung Pasayangan dan Masjid Martapura, muncul keinginan
membangun Masjid yang lebih besar. Tahun 1280 Hijriyah atau 1863 Masehi,
pembangunan masjid pun dimulai
Menurut riwayatnya, Datuk Landak
dipercaya untuk mencari kayu Ulin sebagai sokoguru masjid, ke daerah
Barito Kalimantan Tengah. Setelah tiang ulin berada di lokasi bangunan Masjid lalu disepakati.
Dilihat dari segi arsitekturnya, bentuk Masjid Agung Al Karomah
Martapura mengikuti Masjid Demak Buatan Sunan Kalijaga. Miniaturnya
dibawa utusan Desa Dalam Pagar dan ukurannya sangat rapi serta mudah
disesuaikan dengan bangunan sebenarnya sebab telah memakai skala.
Sampai
saat ini bentuk bangunan Masjid menurut KH Halilul Rahman, Sekretaris
Umum di kepengurusan Masjid sudah tiga kali rehab. Dengan mengikuti
bentuk bangunan modern dan Eropa, sekarang Masjid Agung Al Karomah
Martapura terlihat lebih megah.
Meski bergaya modern, empat tiang
Ulin yang menjadi Saka Guru peninggalan bangunan pertama Masjid masih
tegak di tengah. Tiang ini dikelilingi puluhan tiang beton yang menyebar
di dalam Masjid.
Arsitektur Masjid Agung Al Karomah Martapura
yang menelan biaya Rp27 miliar pada rehab terakhir sekitar tahun 2004,
banyak mengadopsi bentuk Timur Tengah. Seperti atap kubah bawang dan
ornamen gaya Belanda.
Semula atap Masjid berbentuk kerucut dengan
konstruksi beratap tumpang, bergaya Masjid tradisional Banjar. Setelah
beberapa kali rehab akhirnya berubah menjadi bentuk kubah.
Bila
arsitektur bangunan banyak berubah, namun mimbar tempat khatib
berkhutbah yang berumur lebih satu abad sampai sekarang berfungsi.
Mimbar
berukiran untaian kembang dan berbentuk panggung dilengkapi tangga
sampai sekarang masih berfungsi dan diarsiteki HM Musyafa.
Pola
ruang pada Masjid Agung Al Karomah juga mengadopsi pola ruang dari
arsitektur Masjid Agung Demak yang dibawa bersamaan dengan masuknya
agama Islam ke daerah ini oleh Khatib Dayan. Karena mengalami perluasan
arsitektur Masjid Agung Demak hanya tersisa dari empat tiang ulin atau
disebut juga tiang guru empat dari bangunan lama.
Tiang guru
adalah tiang-tiang yang melingkupi ruang cella atau ruang keramat. Ruang
cella yang dilingkupi tiang-tiang guru terdapat di depan ruang mihrab,
yang berarti secara kosmologi cella lebih penting dari mihrab.
Sejarahnya
tiang guru empat menggunakan tali alias seradang yang ditarik
beramai-ramai oleh Datuk Landak bersama masyarakat. Atas kodrat dan
iradat Tuhan YME tiang Guru Empat didirikan. Masjid pertama kali
dibangun berukuran 37,5 meter x 37,5 meter
Akibat pembakaran
Kampung Pasayangan dan Masjid Martapura, muncul keinginan membangun
Masjid yang lebih besar. Tahun 1280 Hijtiyah atau 1863 Masehi,
pembangunan [...]
SEBAGAI pusat Kerajaan Banjar, Martapura
tercatat menjadi saksi 12 sultan yang memerintah. Pada waktu itu Mesjid
berfungsi sebagai tempat peribadatan, dakwah Islamiyah, integrasi umat
Islam dan markas atau benteng pertahanan para pejuang dalam menantang
Belanda.
Akibat pembakaran Kampung Pasayangan dan Masjid
Martapura, muncul keinginan membangun Masjid yang lebih besar. Tahun
1280 Hijtiyah atau 1863 Masehi, pembangunan Masjid pun dimulai.
Menurut
riwayatnya, Datuk Landak dipercaya untuk mencari kayu Ulin sebagai
sokoguru masjid, ke daerah Barito Kalimantan Tengah. Setelah tiang ulin
berada di lokasi bangunan Masjid lalu disepakati.
Dilihat dari
segi arsitekturnya, bentuk Masjid Agung Al Karomah Martapura mengikuti
Masjid Demak Buatan Sunan Kalijaga. Miniaturnya dibawa utusan Desa Dalam
Pagar dan ukurannya sangat rapi serta mudah disesuaikan dengan bangunan
sebenarnya sebab telah memakai skala.
Sampai saat ini bentuk
bangunan Masjid menurut KH Halilul Rahman, Sekretaris Umum di
kepengurusan Masjid sudah tiga kali rehab. Dengan mengikuti bentuk
bangunan modern dan Eropa, sekarang Masjid Agung Al Karomah Martapura terlihat lebih megah.
Meski
bergaya modern, empat tiang Ulin yang menjadi Saka Guru peninggalan
bangunan pertama Masjid masih tegak di tengah. Tiang ini dikelilingi
puluhan tiang beton yang menyebar di dalam Masjid.
Arsitektur Masjid Agung Al Karomah Martapura
yang menelan biaya Rp27 miliar pada rehab terakhir sekitar tahun 2004,
banyak mengadopsi bentuk Timur Tengah. Seperti atap kubah bawang dan
ornamen gaya Belanda.
Semula atap Masjid berbentuk kerucut dengan
konstruksi beratap tumpang, bergaya Masjid tradisional Banjar. Setelah
beberapa kali rehab akhirnya berubah menjadi bentuk kubah.
Bila
arsitektur bangunan banyak berubah, namun mimbar tempat khatib
berkhutbah yang berumur lebih satu abad sampai sekarang berfungsi.
Mimbar
berukiran untaian kembang dan berbentuk panggung dilengkapi tangga
sampai sekarang masih berfungsi dan diarsiteki HM Musyafa.
Pola ruang pada Masjid Agung Al Karomah
juga mengadopsi pola ruang dari arsitektur Masjid Agung Demak yang
dibawa bersamaan dengan masuknya agama Islam ke daerah ini oleh Khatib
Dayan. Karena mengalami perluasan arsitektur Masjid Agung Demak hanya
tersisa dari empat tiang ulin atau disebut juga tiang guru empat dari
bangunan lama.
Tiang guru adalah tiang-tiang yang melingkupi
ruang cella atau ruang keramat. Ruang cella yang dilingkupi tiang-tiang
guru terdapat di depan ruang mihrab, yang berarti secara kosmologi cella
lebih penting dari mihrab.
Sejarahnya tiang guru empat
menggunakan tali alias seradang yang ditarik beramai-ramai oleh Datuk
Landak bersama masyarakat. Atas kodrat dan iradat Tuhan YME tiang Guru
Empat didirikan. Masjid pertama kali dibangun berukuran 37,5 meter x
37,5 meter.
Sekarang Masjid
tersebut bagian yang tak terpisahkan dari Kota Martapura, dengan
bangunan perpaduan arsitektur Islam Timur Tengah dan Modern Eropa
sungguh menawan dan megah apalagi dipandang pada malam hari di Jembatan
Besi disamping Pondok Pesantren Darussalam Martapuran Wuihhh bagus
banget kebayang rasanya berada di Jazirah Arab dekh. Masjid ini juga
beseberangan dengan Perkantoran Sekretariat Daerah Kabupaten Banjar yang
juga Kantor Bupati Banjar. Dengan Syiar Islam yang begitu kental di
Martapura tidaklah salah Kota Martapura diberi label sebagai Serambi
Mekkah
Kerajaan Banjar, yang beribukota di Martapura memiliki Masjid sebagai Pusat Da’wah Islam dan menjadi saksi 12 sultan
yang memerintah. Pada waktu itu Masjid berfungsi sebagai tempat
peribadatan, dakwah Islamiyah, integrasi umat Islam dan markas atau
benteng pertahanan para pejuang dalam menantang Belanda.
Akibat
pembakaran Kampung Pasayangan dan Masjid Martapura, muncul keinginan
membangun Masjid yang lebih besar. Tahun 1280 Hijriyah atau 1863 Masehi,
pembangunan masjid pun dimulai
Menurut riwayatnya, Datuk Landak
dipercaya untuk mencari kayu Ulin sebagai sokoguru masjid, ke daerah
Barito Kalimantan Tengah. Setelah tiang ulin berada di lokasi bangunan Masjid lalu disepakati.
Dilihat dari segi arsitekturnya, bentuk Masjid Agung Al Karomah
Martapura mengikuti Masjid Demak Buatan Sunan Kalijaga. Miniaturnya
dibawa utusan Desa Dalam Pagar dan ukurannya sangat rapi serta mudah
disesuaikan dengan bangunan sebenarnya sebab telah memakai skala.
Sampai
saat ini bentuk bangunan Masjid menurut KH Halilul Rahman, Sekretaris
Umum di kepengurusan Masjid sudah tiga kali rehab. Dengan mengikuti
bentuk bangunan modern dan Eropa, sekarang Masjid Agung Al Karomah
Martapura terlihat lebih megah.
Meski bergaya modern, empat tiang
Ulin yang menjadi Saka Guru peninggalan bangunan pertama Masjid masih
tegak di tengah. Tiang ini dikelilingi puluhan tiang beton yang menyebar
di dalam Masjid.
Arsitektur Masjid Agung Al Karomah Martapura
yang menelan biaya Rp27 miliar pada rehab terakhir sekitar tahun 2004,
banyak mengadopsi bentuk Timur Tengah. Seperti atap kubah bawang dan
ornamen gaya Belanda.
Semula atap Masjid berbentuk kerucut dengan
konstruksi beratap tumpang, bergaya Masjid tradisional Banjar. Setelah
beberapa kali rehab akhirnya berubah menjadi bentuk kubah.
Bila
arsitektur bangunan banyak berubah, namun mimbar tempat khatib
berkhutbah yang berumur lebih satu abad sampai sekarang berfungsi.
Mimbar
berukiran untaian kembang dan berbentuk panggung dilengkapi tangga
sampai sekarang masih berfungsi dan diarsiteki HM Musyafa.
Pola
ruang pada Masjid Agung Al Karomah juga mengadopsi pola ruang dari
arsitektur Masjid Agung Demak yang dibawa bersamaan dengan masuknya
agama Islam ke daerah ini oleh Khatib Dayan. Karena mengalami perluasan
arsitektur Masjid Agung Demak hanya tersisa dari empat tiang ulin atau
disebut juga tiang guru empat dari bangunan lama.
Tiang guru
adalah tiang-tiang yang melingkupi ruang cella atau ruang keramat. Ruang
cella yang dilingkupi tiang-tiang guru terdapat di depan ruang mihrab,
yang berarti secara kosmologi cella lebih penting dari mihrab.
Sejarahnya
tiang guru empat menggunakan tali alias seradang yang ditarik
beramai-ramai oleh Datuk Landak bersama masyarakat. Atas kodrat dan
iradat Tuhan YME tiang Guru Empat didirikan. Masjid pertama kali
dibangun berukuran 37,5 meter x 37,5 meter
Akibat pembakaran
Kampung Pasayangan dan Masjid Martapura, muncul keinginan membangun
Masjid yang lebih besar. Tahun 1280 Hijtiyah atau 1863 Masehi,
pembangunan [...]
SEBAGAI pusat Kerajaan Banjar, Martapura
tercatat menjadi saksi 12 sultan yang memerintah. Pada waktu itu Mesjid
berfungsi sebagai tempat peribadatan, dakwah Islamiyah, integrasi umat
Islam dan markas atau benteng pertahanan para pejuang dalam menantang
Belanda.
Akibat pembakaran Kampung Pasayangan dan Masjid
Martapura, muncul keinginan membangun Masjid yang lebih besar. Tahun
1280 Hijtiyah atau 1863 Masehi, pembangunan Masjid pun dimulai.
Menurut
riwayatnya, Datuk Landak dipercaya untuk mencari kayu Ulin sebagai
sokoguru masjid, ke daerah Barito Kalimantan Tengah. Setelah tiang ulin
berada di lokasi bangunan Masjid lalu disepakati.
Dilihat dari
segi arsitekturnya, bentuk Masjid Agung Al Karomah Martapura mengikuti
Masjid Demak Buatan Sunan Kalijaga. Miniaturnya dibawa utusan Desa Dalam
Pagar dan ukurannya sangat rapi serta mudah disesuaikan dengan bangunan
sebenarnya sebab telah memakai skala.
Sampai saat ini bentuk
bangunan Masjid menurut KH Halilul Rahman, Sekretaris Umum di
kepengurusan Masjid sudah tiga kali rehab. Dengan mengikuti bentuk
bangunan modern dan Eropa, sekarang Masjid Agung Al Karomah Martapura terlihat lebih megah.
Meski
bergaya modern, empat tiang Ulin yang menjadi Saka Guru peninggalan
bangunan pertama Masjid masih tegak di tengah. Tiang ini dikelilingi
puluhan tiang beton yang menyebar di dalam Masjid.
Arsitektur Masjid Agung Al Karomah Martapura
yang menelan biaya Rp27 miliar pada rehab terakhir sekitar tahun 2004,
banyak mengadopsi bentuk Timur Tengah. Seperti atap kubah bawang dan
ornamen gaya Belanda.
Semula atap Masjid berbentuk kerucut dengan
konstruksi beratap tumpang, bergaya Masjid tradisional Banjar. Setelah
beberapa kali rehab akhirnya berubah menjadi bentuk kubah.
Bila
arsitektur bangunan banyak berubah, namun mimbar tempat khatib
berkhutbah yang berumur lebih satu abad sampai sekarang berfungsi.
Mimbar
berukiran untaian kembang dan berbentuk panggung dilengkapi tangga
sampai sekarang masih berfungsi dan diarsiteki HM Musyafa.
Pola ruang pada Masjid Agung Al Karomah
juga mengadopsi pola ruang dari arsitektur Masjid Agung Demak yang
dibawa bersamaan dengan masuknya agama Islam ke daerah ini oleh Khatib
Dayan. Karena mengalami perluasan arsitektur Masjid Agung Demak hanya
tersisa dari empat tiang ulin atau disebut juga tiang guru empat dari
bangunan lama.
Tiang guru adalah tiang-tiang yang melingkupi
ruang cella atau ruang keramat. Ruang cella yang dilingkupi tiang-tiang
guru terdapat di depan ruang mihrab, yang berarti secara kosmologi cella
lebih penting dari mihrab.
Sejarahnya tiang guru empat
menggunakan tali alias seradang yang ditarik beramai-ramai oleh Datuk
Landak bersama masyarakat. Atas kodrat dan iradat Tuhan YME tiang Guru
Empat didirikan. Masjid pertama kali dibangun berukuran 37,5 meter x
37,5 meter.
Sekarang Masjid
tersebut bagian yang tak terpisahkan dari Kota Martapura, dengan
bangunan perpaduan arsitektur Islam Timur Tengah dan Modern Eropa
sungguh menawan dan megah apalagi dipandang pada malam hari di Jembatan
Besi disamping Pondok Pesantren Darussalam Martapuran Wuihhh bagus
banget kebayang rasanya berada di Jazirah Arab dekh. Masjid ini juga
beseberangan dengan Perkantoran Sekretariat Daerah Kabupaten Banjar yang
juga Kantor Bupati Banjar. Dengan Syiar Islam yang begitu kental di
Martapura tidaklah salah Kota Martapura diberi label sebagai Serambi
Mekkah
Makam guru sekumpul
terletak didekat rumah beliau dibelakang mushalla tempat beliau
mengajar.Dikenal dengan sebutan Abah Guru Sekumpul,karena tempat beliau
berada di kelurahan Sekumpul sekitar 2 km dari pusat kota
Martapura.Disamping makam beliau juga ada makam KH Seman Jalil,kemudian
paman beliau Alimul fadhil KH Seman Mulia,dan maqam ibu beliau.
Profil Abah Guru
Syaikhuna
al-Alim al-Allamah Muhammad Zaini bin al-Arif billah Abdul Ghani bin
Abdul Manaf bin Muhammad Seman bin Muhammad Sa’ad bin Abdullah bin
al-Mufti Muhammad Khalid bin al-Alim al-Allamah al-Khalifah Hasanuddin
bin Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari.
Alimul
Allamah Asy Syekh Muhammad Zaini Ghani yang selagi kecil dipanggil
dengan nama Qusyairi adalah anak dari perkawinan Abdul Ghani bin H Abdul
Manaf dengan Hj Masliah binti H Mulya. Muhammad Zaini Ghani merupakan
anak pertama, sedangkan adiknya bernama H Rahmah.
Beliau
dilahirkan di Tunggul Irang, Dalam Pagar, Martapura pada malam Rabu
tanggal 27 Muharram 1361 H bertepatan dengan tanggal 11 Februari 1942 M.
Diceriterakan
oleh Abu Daudi, Asy Syekh Muhammad Ghani sejak kecil selalu berada di
samping ayah dan neneknya yang bernama Salbiyah. Kedua orang ini yang
memelihara Qusyairi kecil. Sejak kecil keduanya menanamkan kedisiplinan
dalam pendidikan. Keduanya juga menanamkan pendidikan tauhid dan akhlak
serta belajar membaca Alquran. Karena itulah, Abu Daudi meyakini, guru
pertama dari Alimul Allamah Asy Syekh Muhammad Zaini Ghani adalah ayah
dan neneknya sendiri.
Semenjak kecil beliau sudah digembleng
orang tua untuk mengabdi kepada ilmu pengetahuan dan ditanamkan perasaan
cinta kasih dan hormat kepada para ulama. Guru Sekumpul sewaktu kecil
sering menunggu al-Alim al-Fadhil Syaikh Zainal Ilmi yang ingin ke
Banjarmasin hanya semata-mata untuk bersalaman dan mencium tangannya.
Pada
tahun 1949 saat berusia 7 tahun, beliau mengikuti pendidikan “formal”
masuk ke Madrasah Ibtidaiyah Darussalam, Martapura. Guru-guru beliau
pada masa itu antara lain, Guru Abdul Muiz, Guru Sulaiman, Guru Muhammad
Zein, Guru H. Abdul Hamid Husain, Guru H. Rafi’i, Guru Syahran, Guru
Husin Dahlan, Guru H. Salman Yusuf. Kemudian tahun 1955 pada usia 13
tahun, beliau melanjutkan pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah Darussalam,
Martapura. Pada masa ini beliau sudah belajar dengan Guru-guru besar
yang spesialist dalam bidang keilmuan seperti al-Alim al-Fadhil Sya’rani
Arif, al-Alim al-Fadhil Husain Qadri, al-Alim al-Fadhil Salim Ma’ruf,
al-Alim al-Allamah Syaikh Seman Mulya, al-Alim Syaikh Salman Jalil,
al-Alim al-Fadhil Sya’rani Arif, al-Alim al-Fadhil al-Hafizh Syaikh
Nashrun Thahir, dan KH. Aini Kandangan. Tiga yang terakhir merupakan
guru beliau yang secara khusus untuk pendalaman Ilmu Tajwid.
Kalau
kita cermati deretan guru-guru beliau pada saat itu adalah tokoh-tokoh
besar yang sudah tidak diragukan lagi tingkat keilmuannya. Walaupun saya
tidak begitu mengenal secara mendalam tetapi kita mengenal Ulama yang
tawadhu KH. Husin Qadri lewat buku-buku beliau seperti Senjata Mukmin
yang banyak dicetak di Kal-Sel. Sedangkan al-Alim al-Allamah Seman
Mulya, dan al-Alim Syaikh Salman Jalil, ingin rasanya berguru dan
bertemu muka ketika masih hidup. Syaikh Seman Mulya adalah paman beliau
yang secara intensif mendidik beliau baik ketika berada di sekolah
maupun di luar sekolah. Dan ketika mendidik Guru Sekumpul, Guru Seman
hampir tidak pernah mengajarkan langsung bidang-bidang keilmuan itu
kepada beliau kecuali di sekolahan. Tapi Guru Seman langsung mengajak
dan mengantarkan beliau mendatangi tokoh-tokoh yang terkenal dengan
sepesialisasinya masing-masing baik di daerah Kal-Sel (Kalimantan)
maupun di Jawa untuk belajar. Seperti misalnya ketika ingin mendalami
Hadits dan Tafsir, guru Seman mengajak (mengantarkan) beliau kepada
al-Alim al-Allamah Syaikh Anang Sya’rani yang terkenal sebagai muhaddits
dan ahli tafsir. Menurut Guru Sekumpul sendiri, di kemudian hari
ternyata Guru Tuha Seman Mulya adalah pakar di semua bidang keilmuan
Islam itu. Tapi karena kerendahan hati dan tawadhu tidak menampakkannya
ke depan khalayak.
Sedangkan al-Alim al-Allamah Salman Jalil
adalah pakar ilmu falak dan ilmu faraidh. (Pada masa itu, hanya ada dua
orang pakar ilmu falak yang diakui ketinggian dan kedalamannya yaitu
beliau dan al-marhum KH. Hanafiah Gobet). Selain itu, Salman Jalil juga
adalah Qhadi Qudhat Kalimantan dan salah seorang tokoh pendiri IAIN
Antasari Banjarmasin. Beliau ini pada masa tuanya kembali berguru kepada
Guru Sekumpul sendiri. Peristiwa ini yang beliau contohkan kepada kami
agar jangan sombong, dan lihatlah betapa seorang guru yang alim besar
tidak pernah sombong di hadapan kebesaran ilmu pengetahuan, meski yang
sekarang sedang menyampaikannya adalah muridnya sendiri.
Selain
itu, di antara guru-guru beliau lagi selanjutnya adalah Syaikh Syarwani
Abdan (Bangil) dan al-Alim al-Allamah al-Syaikh al-Sayyid Muhammad Amin
Kutbi. Kedua tokoh ini biasa disebut Guru Khusus beliau, atau meminjam
perkataan beliau sendiri adalah Guru Suluk (Tarbiyah al-Shufiyah). Dari
beberapa guru beliau lagi adalah Kyai Falak (Bogor), Syaikh Yasin bin
Isa Padang (Makkah), Syaikh Hasan Masyath, Syaikh Ismail al-Yamani, dan
Syaikh Abdul Kadir al-Bar. Sedangkan guru pertama secara ruhani adalah
al-Alim al-Allamah Ali Junaidi (Berau) bin al-Alim al-Fadhil Qadhi
Muhammad Amin bin al-Alim al-Allamah Mufti Jamaludin bin Syaikh Muhammad
Arsyad al-Banjari, dan al -Alim al-Allamah Muhammad Syarwani Abdan
Bangil. (Selain ini, masih banyak tokoh lagi di mana sebagiannya sempat
saya catat dan sebagian lagi tidak sempat karena waktu itu beliau
menyebutkannya dengan sangat cepat. Sempat saya hitung dalam jumblah
kira-kira, guru beliau ada sekitar 179 orang sepesialis bidang keilmuan
Islam terdiri dari wilayah Kalimantan sendiri, dari Jawa-Madura, dan
dari Makkah).
Gemblengan ayah dan bimbingan intensif pamanda
beliau semenjak kecil betul-betul tertanam. Semenjak kecil beliau sudah
menunjukkan sifat mulia; penyabar, ridha, pemurah, dan kasih sayang
terhadap siapa saja. Kasih sayang yang ditanamkan dan juga ditunjukkan
oleh ayahnda beliau sendiri. Seperti misalnya suatu ketika hujan turun
deras sedangkan rumah beliau sekeluarga sudah sangat tua dan reot.
Sehingga air hujan merembes masuk dari atap-atap rumah.Pada waktu itu,
ayah beliau menelungkupi beliau untuk melindungi tubuhnya dari hujan dan
rela membiarkan dirinya sendiri tersiram hujan.
Abdul Ghani bin
Abdul Manaf, ayah dari Syekh Muhammad Ghani juga adalah seorang pemuda
yang shalih dan sabar dalam menghadapi segala situasi dan sangat kuat
dengan menyembunyikan derita dan cobaan. Tidak pernah mengeluh kepada
siapapun. Cerita duka dan kesusahan sekaligus juga merupakan intisari
kesabaran, dorongan untuk terus berusaha yang halal, menjaga hak orang
lain, jangan mubazir, bahkan sistem memenej usaha dagang beliau
sampaikan kepada kami lewat cerita-cerita itu.
Beberapa cerita
yang diriwayatkan adalah Sewaktu kecil mereka sekeluarga yang terdiri
dari empat orang hanya makan satu nasi bungkus dengan lauk satu biji
telur, dibagi empat. Tak pernah satu kalipun di antara mereka yang
mengeluh. Pada masa-masa itu juga, ayahnda beliau membuka kedai minuman.
Setiap kali ada sisa teh, ayahnda beliau selalu meminta izin kepada
pembeli untuk diberikan kepada beliau. Sehingga kemudian sisa-sisa
minuman itu dikumpulkan dan diberikan untuk keluarga. Adapun sistem
mengatur usaha dagang, beliau sampaikan bahwa setiap keuntungan dagang
itu mereka bagi menjadi tiga. Sepertiga untuk menghidupi kebutuhan
keluarga, sepertiga untuk menambah modal usaha, dan sepertiga untuk
disumbangkan. Salah seorang ustazd kami pernah mengomentari hal
ini,
“bagaimana tidak berkah hidupnya kalau seperti itu.” Pernah sewaktu
kecil beliau bermain-main dengan membuat sendiri mainan dari gadang
pisang. Kemudian sang ayah keluar rumah dan melihatnya. Dengan ramah
sang ayah menegur beliau, “Nak, sayangnya mainanmu itu. Padahal bisa
dibuat sayur.” Beliau langsung berhenti dan menyerahkannya kepada sang
ayah.
Beberapa Catatan lain berupa beberapa kelebihan dan
keanehan: Beliau sudah hapal al-Qur`an semenjak berusia 7 tahun.
Kemudian hapal tafsir Jalalain pada usia 9 tahun. Semenjak kecil,
pergaulan beliau betul-betul dijaga. Kemanapun bepergian selalu ditemani
(saya lupa nama sepupu beliau yang ditugaskan oleh Syaikh Seman Mulya
untuk menemani beliau). Pernah suatu ketika beliau ingin bermain-main ke
pasar seperti layaknya anak sebayanya semasa kecil. Saat memasuki
gerbang pasar, tiba-tiba muncul pamanda beliau Syaikh Seman Mulya di
hadapan beliau dan memerintahkan untuk pulang. Orang-orang tidak ada
yang melihat Syaikh, begitu juga sepupu yang menjadi “bodyguard’ beliau.
Beliaupun langsung pulang ke rumah.
Pada usia 9 tahun pas malam
jum’at beliau bermimpi melihat sebuah kapal besar turun dari langit. Di
depan pintu kapal berdiri seorang penjaga dengan jubah putih dan di gaun
pintu masuk kapal tertulis “Sapinah al-Auliya”. Beliau ingin masuk,
tapi dihalau oleh penjaga hingga tersungkur. Beliaupun terbangun. Pada
malam jum’at berikutnya, beliau kembali bermimpi hal serupa. Dan pada
malam jum’at ketiga, beliau kembali bermimpi serupa. Tapi kali ini
beliau dipersilahkan masuk dan disambut oleh salah seorang syaikh.
Ketika sudah masuk beliau melihat masih banyak kursi yang kosong.
Ketika
beliau merantau ke tanah Jawa untuk mencari ilmu, tak disangka tak
dikira orang yang pertama kali menyambut beliau dan menjadi guru adalah
orang yang menyambut beliau dalam mimpi tersebut.
Salah satu
pesan beliau tentang karamah adalah agar kita jangan sampai tertipu
dengan segala keanehan dan keunikan. Karena bagaimanapun juga karamah
adalah anugrah, murni pemberian, bukan suatu keahlian atau skill. Karena
itu jangan pernah berpikir atau berniat untuk mendapatkan karamah
dengan melakukan ibadah atau wiridan-wiridan. Dan karamah yang paling
mulia dan tinggi nilainya adalah istiqamah di jalan Allah itu sendiri.
Kalau ada orang mengaku sendiri punya karamah tapi shalatnya tidak
karuan, maka itu bukan karamah, tapi “bakarmi” (orang yang keluar
sesuatu dari duburnya).
Selain sebagai ulama yang ramah dan kasih
sayang kepada setiap orang, beliau juga orang yang tegas dan tidak
segan-segan kepada penguasa apabila menyimpang. Karena itu, beliau
menolak undangan Soeharto untuk mengikuti acara halal bil halal di
Jakarta. Begitu juga dalam pengajian-pengajian, tidak kurang-kurangnya
beliau menyampaikan kritikan dan teguran kepada penguasa baik Gubernur,
Bupati atau jajaran lainnya dalam suatu masalah yang beliau anggap
menyimpang atau tidak tepat.
Tuan Guru H.M. Zaini Abdul Ghani telah menulis beberapa buah kitab, antara lain:
- Risalah Mubaraqah.
-Manaqib Asy-Syekh As-Sayyid Muharnmad bin Abdul Karim Al-Qadiri Al-Hasani As-Samman Al-Madani.
- Ar-Risalatun Nuraniyah fi Syarhit Tawassulatis Sammaniyah.
- Nubdzatun fi Manaqibil Imamil Masyhur bil Ustadzil a’zham Muhammad bin Ali Ba’alawy.
Sebelum
beliau wafat, beliau memberikan wasiat kepada seluruh kerabat, para
murid dan kaum muslimin. yang di buat pada hari Ahad Tanggal 11 Jumadil
Akhir 1413 H , yang isi wasiatnya berbunyi:
1. Menghormati ulama
2. Murah diri, murah hati, manis muka.
3. Memaafkan segala kesalahan orang lain.
4. Jangan bersifat tamak dan memakan harta riba.
5. Jangan menyakiti orang lain.
6. Jangan merasa baik dari orang lain.
7. Berpegangn kepahttp://wisatareligibanjarmasin.weebly.com/lokasi-wisata-religi.html da Allah segala hajat yang dikehendaki.
8. Baik sangka terhadap muslim.
9. Banyak-banyak sabar apabila mendapat musibah, banyak-banyak syukur atas nikmat.
10. Tiap-tiap orang yang iri dengki atau adu asah jangan dilayani, serahkan segala sesuatu kepada Allah (tawakkal)
sumber : http://wisatareligibanjarmasin.weebly.com/lokasi-wisata-religi.html
Kalimantan Selatan adalah salah satu provinsi dengan ibukotanya yaitu
Banjarmasin. Propinsi ini mempunyai banyak sekali obyek wisata menarik
antara lain Wisata Alam, Wisata Sejarah, Wisata Budaya, Wisata Minat
Khusus, Wisata Kuliner, Wisata Olah Raga, Wisata Belanja , dari sekian
banyak Obyek wisata Kalimantan Selatan ada beberapa yang sudah sangat
terkenal, bahkan hingga ke mancanegara, salah satunya adalah pasar apung
yang ada di Banjarmasin, pasar ini adalah 2 dari tiga pasar apung yang
ada di dunia, segala macam transaksi jual-beli di lakukan di atas
sampan,sungguh suatu pemandangan yang langka. selain pasar terapung
tadi, masih banyak lagi tempat-tempat wisata menarik yang ada di
Kalimantan Selatan yang wajib untuk kalian kunjungi. Untuk lebih
jelasnya mari kita simak 15 Tempat Wisata Menarik Yang Ada di Kalimantan
Selatan berikut ini
Bukit Rimpi Pelaihari
Bukit Rimpi Pelaihari memiliki panorama pesona alam yang sangat
lengkap mulai dari pemandangan cantik matahari terbit hingga rerumputan
yang masih hijau asri. Bukit yang indah ini, berada di Desa Tampang,
Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Di Bukit Rimpi
Pelaihari ini kita bisa menikmati pemandangan alam yang sempurna,
ditambah lagi rerumputan yang masih hijau membuat kita nyaman
berlama-lama ditempat ini. Selain itu, kita bisa merasakan angin yang
berhembus kearah kita. Satu lagi, jika kalian berkunjung pada pagi hari,
sobat bisa melihat matahari terbit ditempat ini.
2. Jembatan Barito
Jembatan Barito berfungsi untuk menghubungkan sisi timur dan sisi
barat Sungai Barito. Panjang jembatan ini sekitar 1 km. Berdiri di atas
Jembatan Barito dan menikmati suasana sungai merupakan pengalaman
tersendiri.
3. Pasar Terapung Lok Baintan
Pasar Terapung Lok Baintan atau Pasar Terapung Sungai Martapura
adalah sebuah pasar terapung tradisional yang berlokasi di desa Sungai
Pinang (Lok Baintan), kecamatan Sungai Tabuk, Banjar. Secara umum, Pasar
Terapung Lok Baintan tak beda dengan Pasar Terapung di muara Sungai
Kuin/Sungai Barito. Keduanya sama-sama pasar tradisional di atas jukung
yang menjual beragam dagangan, seperti hasil produksi
pertanian/perkebunan dan berlangsung tidak terlalu lama, paling lama
sekitar tiga hingga empat jam. Pasar terapung ini sudah ada sejak zaman
Kesultanan Banjar.
Laksado
Loksado adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang
merupakan salah satu tempat wisata andalan di Kalimantan Selatan. Untuk
menuju kesini anda akan menjelajahi pegunungan meratus. Dari sini anda
bisa mengunjungi Air Terjun Haratai, Air Terjun Kilat Api dan Balanting
Paring atau Bamboo Rafting menyusuri sungai amandit.
Pantai Teluk Tamiang
Pantai Teluk Tamiang adalah salah satu tempat wisata di Kalimantan
yang menawarkan pantai berpasir putih dan air laut yang jernih.
Lokasinya berada di Kecamatan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kota Baru,
Kalimantan Selatan. Untuk menuju kesini anda bisa menggunakan jalur
darat dengan rute Tanjung Serdang – Lontar – Teluk Tamiang, cara lain
bisa menggunakan ferry di Batu Licin.
Air terjun panayar
Air terjun panayar, berlokasi di Desa Artain Kecamatan Aranio,
berjarak kurang lebih 30 km dari kota Martapura, Kalimantan Selatan.
Untuk menuju ke air terjun ini anda bisa menggunakan kendaraan bermotor
kemudian dilanjutkan menggunakan kelotok.
Kampung Sasirangan
Indonesia memiliki banyak sekali batik daerah, salah satunya batik
asli Banjarmasin yang dikenal dengan batik sasirangan. Batik ini berasal
dari sebuah kampung yang juga bernama Sasirangan. Di sini kamu bisa
belanja berbagai macam benda berbahan batik seperti pakaian, selendang,
sprei, taplak meja, dompet, tas dan lain sebagainya.
Pasar Intan Martapura
Martapura adalah sebuah kota di Banjarmasin yang dikenal sebagai
penghasil batu permata terbesar di Indonesia. Tepatnya di Jalan Ahmad
Yani, Martapura, ada sebuah pasar dengan toko penjual intan berjejeran.
Nah kamu bisa memilih batu intan yang mana yang kamu suka. Kamu bisa
membeli batu intan yang masih berbentuk batu atau yang sudah diolah
menjadi kalung, cincin, gelang atau lainnya.
Masjid Sabilal Muhtadin
Mesjid dengan arsitektur menarik ini mampu menampung hingga 15.000
jamaah. Nama Sabilal Muhtadi diambil dari kitab karangan seorang ulama
besar Kalimantan Selatan, Syeikh Muhammad Arsyad Al Banjary.
Pulau Kembang
Pulau ini berada di tengah Sungai Barito. Pulau Kembang menjadi
habitat bagi monyet dan berbagai jenis burung. Makanya salah satu yang
menjadi daya tarik pulau ini adalah keberadaan monyet-monyet ini. Mereka
juga jinak dan suka bermain dengan manusia yang berkunjung.
Masjid Sultan Suriansyah
Mesjid ini dibangun sekitar tahun 1526-1550 sehingga menjadi mesjid
tertua di Banjarmasin. Seperti namanya, mesjid ini dibangun pada masa
pemerintahan Sultan Suriansyah. Mesjid ini terletak di daerah Kuin
Utara, makanya disebut juga mesjid Kuin. Lokasi mesjid Sultan Suriansyah
ini tidak terlalu jauh dengan pasar terapung Kuin.
Taman Maskot
Banjarmasin mempunyai dua maskot yaitu bekantan dan pohon kasturi.
Nah di gerbang masuk ke taman maskot ini, kamu akan disambut oleh patung
maskot bekantan seukuran badan manusia. Kemudian kamu juga ketemu
dengan patung pohon kasturi yang dihinggapi monyet-monyet yang
bergantung.Taman maskot terletak di pusat Kota Banjarmasin, tepatnya di
kawasan jalan H. Djok Mentaya. Di dalamnya kamu bisa melihat berbagai
jenis pohon seperti beringin, kasturi, mangga, kelapa gaging, kelapa
sawit dan lain-lain. Kamu juga bisa menikmati beberapa tumbuhan seperti
kaktus, lidah buaya dan beberapa jenis tanaman lain dalam pot.
Museum Wasaka
Wasaka adalah singkatan dari Waja Sampai Kaputing, motto perjuangan
rakyat Kalimantan Selatan. Meseum ini berbentuk seperti rumah
Banjarmasin. Di dalam meseum kamu bisa melihat koleksi foto, mesin
ketik, seragam perjuangan, keris dan senjata api milik Belanda yang
dirampas para pejuang. Wah, semangat 45 kembali membara nih.
Taman Siring Sungai Martapura
Taman Siring Martapura paling sering dikunjungi sore hari oleh
masyarakat. Di sini kamu bisa memancing atau sekedar duduk menikmati
sekitaran sungai dan melihat jakung, perahu khas Banjarmasin. Seperti
terlihat pada gambar di atas, hari minggu taman ini dimanfaatkan
komunitas anak muda seperti anak-anak BMX, skateboard dan lainnya untuk
latihan.
Desa Pumpung
Desa Pumpung masuk ke dalam wilayah Kabupaten Martapura. Desa ini
merupakan penghasil intan khas Banjarmasin. Jika kamu ingin melihat
proses penambangan intan yang dilakukan secara manual oleh masyarakat ,
datanglah ke desa ini.
sumber : /2016/04/08/15-tempat-wisata-di-kalimantan-selatan/
Ngomongin soal kuliner di Banjarmasin seakan tak ada habisnya,
karena kota ini memang kaya akan makanan enak. Berikut saya sajikan 10
jenis makanan yang wajib anda coba saat anda datang ke Kota Seribu
Sungai ini.
Nasi Kuning
Meski identik dengan soto banjar tapi tak ada salahnya mencoba
kuliner lain di kota ini, salah satunya nasi kuning. Nasi kuning di
Banjarmasin merupakan salah satu menu favorit sarapan. Hampir semua
warung makan yang buka pada pagi hari selalu menyediakan makanan yang
satu ini. Biasanya dikombinasikan dengan menu sarapan lainnya seperti
lontong atau bubur ayam.
Beberapa warung menyajikan nasi kuning dengan bungkus daun pisang,
beberapa menggunakan kertas pembungkus. Sedangkan untuk makan di tempat
biasanya disajikan dalam piring. Lauk yang lazim disajikan dan menjadi
ciri nasi kuning khas Banjar adalah ikan haruan. Jenis ikan ini memang menjadi lauk favorit. Haruan yang dalam bahasa Indonesia berarti ikan gabus diolah dengan bumbu habang (merah) khas Banjar. Pilihan lainnya adalah hintalu (telur) dan ayam. Beberapa tempat menyediakan dendeng dan hati.
Jika anda sedang berkunjung ke Banjarmasin, tak perlu jauh-jauh
mencari nasi kuning. Begitu anda keluar dari hotel, lalu anda lihat
kerumunan orang di sebuah warung di ujung jalan, maka dapat dipastikan
ada warung nasi kuning. Budaya mawarung masyarakat Banjar di pagi hari turut menyumbang maraknya warung nasi kuning di kota ini.
Nasi kuning hintalu (dokpri)
Beberapa pilihan tempat makan nasi kuning :
Nasi Kuning Andalas, cukup favorit dengan pilihan lauk yang lengkap di Jl. Perintis Kemerdekaan
Nasi Kuning Cempaka, warungnya legendaris di area Pasar Baru
Nasi Kuning Lontong Orari, buka sampai dini hari di Jl. Seberang Mesjid
Nasi Kuning Pasar Lama, banyak warung banyak pilihan
Bubur Ayam
Sama seperti lontong dan nasi kuning, bubur ayam juga menjadi menu
utama warung-warung yang buka pagi hari. Meski sama bubur ayam, tapi ada
yang berbeda dengan bubur ayam di Banjarmasin. Jika bubur ayam bandung
sedikit berkuah, maka bubur ayam banjar tidak begitu.Bubur ayam di sini
hampir tidak ada kuahnya. Hanya ayam, daun sop dan potongan cakwe.
Biasanya ditambah irisan telur serta krupuk sebagai pelengkap.
Salah satu bubur ayam di Banjarmasin (dokpri)
Beberapa tempat makan favorit untuk menu bubur ayam :
Bubur Bunda di Jl. Pulau Laut dan Flamboyan
Bubur Soraya di Jl. Simpang Telawang
Bubur Nagasari di Jl. Nagasari (Djok Mentaya)
Bubur ayam Bumi Mas di Jl. Bumi Mas
Soto Banjar
Seperti telah saya katakan di atas, Banjarmasin identik dengan soto
banjar. Soto banjar sudah menjadi sajian wajib di kota ini. Warung makan
yang menyediakan soto banjar pun tak terhitung jumlahnya, bertebaran
hampir di seluruh pelosok kota, pun dengan merek masing-masing.
Soto banjar berbahan dasar ayam, telor dengan campuran bumbu rempah
lengkap dengan kayu manis menjadikan rasa khas soto banjar berbeda
dengan soto-soto lainnya di nusantara.
Soto Banjar Ayam Bapukah (dokpri)
Kuah soto banjar biasanya ditambahkan susu sehingga sedikit lebih
kental. Perkedel dan jeruk nipis (limau kuit) menjadi pelengkap yang
wajib untuk menu masakan ini.
Nah, yang unik adalah jika anda memesan soto banjar, maka anda akan
disajikan soto lengkap dengan lontong. Namun jika anda ingin lontong
diganti nasi, makan pesanlah nasi sop. So jangan salah.
Beberapa tempat makan untuk menu soto :
Soto Bang Amat di Banua Anyar
Soto Banjar H. Anang Ayam Bapukah Jl. Pekapuran
Soto Bawah Jembatan, Banua Anyar
Soto Rina Kuin Pertamina
Warung Pondok Bahari Jl. Simpang Piere Tenden
Soto Pal Satu A. Yani Km 1
Soto Pahlawan, Kampung Melayu
Ketupat Kandangan
Ketupat Kandangan (atau dalam Bahasa Banjar : Katupat Kandangan)
merupakan kuliner khas yang berasal dari daerah Kandangan, Hulu Sungai
Selatan. Kalsel. Seperti ketupat pada umumnya, bahan untuk membuat
ketupat berasal dari beras. Perbedaan ketupat Kandangan dengan jenis
ketupat lainnya adalah penggunaan ikan gabus (haruan) sebagai menu
pelengkap. Ikan gabus ini dipanggang lebih dulu sebelum dimasak
menggunakan santan. Kemudian, ikan gabus beserta kuahnya disiramkan ke
ketupat. Kuliner ini dapat dihidangkan untuk makan pagi, siang atau
malam.
Ketupat disiram dengan kuah bersantan yang diracik dari bumbu-bumbu
tradisional seperti kayu manis, pala, cengkih dan kapulaga. Kuah agak
kental dengan rasa yang sangat khas gurih.
Nah yang menjadikan istimewa adalah rasa ikan haruan (gabus) asap ini. Hmmm…..
Oh ya saking tak bisa dipisahkannya antara ketupat Kandangan dengan
ikan haruan, beberapa warung makan memilih tutup alias tidak buka saat
ikan haruan langka di pasaran.
Ketupat Kandangan Iwak Haruan (dokpri)
Satu lagi keunikan makanan ini terletak pada cara makannya. Meski
berkuah, orang Banjar asli menyantap ketupat Kandangan langsung dengan
tangan, tanpa sendok. Anda mau mencoba ?
Berikut beberapa tempat favorit yang menghidangkan ketupat Kandangan :
Ketupat Kandangan Hj. Ida di Kampung Melayu
Ketupat Kandangan Hj. Mursinah di Jl. Cenderawasih
Warung Kaum di Jl. Bumi Mas Raya
Warung Pondok Bahari
Lontong
lontong hintalu wan haruan
Satu lagi menu sarapan yang juga cukup favorit di Banjarmasin. Yang
menjadi cirikhas lontong sayur di kota ini adalah lauknya. Lauk yang
berupa telur (hintalu), ayam atau haruan lazim dimasak bumbu habang
(merah). Nah ini yang tidak anda temukan pada lontong sayur di kota
lainnya.
Yang unik juga dan menjadi tempat makan wajib di Banjarmasin adalah lontong dengan bentuk segitiga di warung lontong Orari.
Pilihan tempat makan :
Lontong Orari, Jl Seberang Mesjid
Bubur Ayam Bumi Mas, Jl. Bumi Mas
Bubur Ayam Nagasari, jl. Djok Mentaya
Ikan Bakar dan Goreng
Selain terkenal dengan ikan haruan (gabus), kota Banjarmasin
juga terkenal dengan ikan patin beserta olahannya. Ikan air tawar ini
benar-benar menjadi hidangan favorit di Kota ini.
Selain patin, menu yang juga menjadi incara untuk menu bakar-bakaran adalah papuyu dan lais.
Tak heran, tempat makan yang menyediakan ikan bakar pun terdiri dari
berbagai strata, dari kelas warung hingga kelas resto, tergantung
selera anda.
Patin Bakar RM Sari Patin Banjarmasin (dokpri)ikan favorit saya, lais goreng (banjarmasinculinary)
Beberapa alternatif tempat :
Warung H. Fauzan di Jl. Sultan Adam dan beberapa cabangnya
Pondok Permata di sepkitar Gatot Subroto
Hj. Idah Jl. S. Parman
Sari Patin Jl. Hasan Basri
RM Rudy Hermanto Jl. A. Yani Km 3
RM. Cenderawasih
Warung Sederhana di Jl. Gub Subarjo (Tri Sakti)
RM Patin Hj Husniah, pinggir sungai seberang Swissbel Hotel
7. Mie
Mie memang bukan makanan khas Banjar, tapi bukan berarti tidak ada
olahan khas Banjar untuk makanan berbahan dasar mie. Meski banyak
dipengaruhi masakan Jawa seperi mie kuah maupun mie goreng, tapi tetap
ada sesuatu yang berbeda. Salah satu yang memposisikan diri berbeda
adalah mie bancir.
Mie Bancir Ceker Setan ala Masterchef Agus Sasirangan di Kayu Tangi (dokpri)
Banyak orang bertanya apa itu Mie Bancir, kata Bancir dalam bahasa
banjar memiliki arti Bencong, lalu kenapa jadi Mie Bencong. Ketika
banyak konsumen yang request sedikit kuah, antara berkuah dan kering
atau nanggung, sehingga ada selontaran dari mulut salah satu pedagang
mengatakan Bancir atau Mie Bancir. Dan kata-kata Mie Bancir akhirnya
membudaya sebagai Mie nanggung antara berkuah dan kering atau nyemek dalam bahasa Jawa. Begitulah kira-kira ceria asal muasal mie bancir.
Banyak warung menyediakan menu mie bancir ini, salah satunya adalah
jebolan ajang Master Chef Indonesia. Ya, master chef Agus Sasirangan
kini mengangkat kembali atau mempopulerkan kembali mie bancir khas
Banjar dengan membuka rumah makan di Banjarmasin dan di Banjarbaru. Saat
anda berkunjung ke Banjarmasin, tempat ini layak anda coba.
Mie Bancir Agus Sasirangan Jl. Hasan Basri
Mie Bancir “Marasa Maka Tahu” Jl. Pekauman
Mie Bancir Agus Sasirangan di Banjarbaru
Depot Mie Dadang, Kampung Melayu
8. Nasi Itik Gambut
Tak jelas kapan makanan ini mulai tenar. Mungkin sejak puluhan tahun
lalu. Jika anda dari Bandara Syamsudin Noor dan menuju ke Kota
Banjarmasin, maka anda akan melewati sebuah daerah (kota kecamatan) yang
bernama Gambut.
Daerah ini mempunyai masakan khas yaitu nasi itik Gambut. Nasi putih
dengan lauk itik dengan bumbu habang (merah) khas Banjar yang sangat
istimewa di sini. Satu porsi disajikan dalam bungkus daun pisang, anda
tinggal ambil karena sudah disiapkan sejak awal.
Banyak warung yang menyediakan menu ini dan semua terkonsentrasi di
sebuah area. Tepatnya di Jl. A Yani Km 14 Gambut. Anda bisa memilih
warung yang anda sukai di sekitar Gambut.
Sebungkus nasi itik Gambut (net)Nasi Itik Gambut dengan bumbu habang (net)
Jumlah warungnya yang cukup banyak dan berjejer cukup mencolok
membuat orang penasaran. Tak heran setiap orang yang baru datang ke
Banjarmasin pasti akan melihat dan bertanya-tanya, apa itu nasi itik
Gambut.
Beberapa warung yang recommended :
Nasi Itik Gambut Mama Baiti
Nasi Itik Gambut Tenda Biru
Nasi Itik Gambut Barokah
9. Ikan Seluang
Ikan seluang adalah salah satu spesies Rasbora spp.. Ikan
seluang merupakan ikan yang banyak terdapat di sungai di daerah asia
tenggara, termasuk Malaysia, Brunei dan Indonesia. Ikan ini bersisik
seperti ikan lampam tetapi berbentuk tirus seperti anak Jelawat. Ukuran
ikan ini antara 2 hingga 4 inci.
Di Banjarmasin, ikan saluang diolah menjadi penganan yang sangat
enak. Ikan seluang goreng merupakan penganan khas Kota Banjarmasin yang
banyak digemari masyarakat maupun pendatang. Dengan ukuran mungil, rasa
ikan saluang goreng ini sangat renyah. Cocok dan sangat enak untuk
dijadikan lauk ataupun sekadar cemilan.
seluang goreng (net)
Sebagai makanan khas Banjarmasin, ikan sungai tersebut sekarang
dikemas sebagai oleh-oleh. Dibungkus kemasan plastik, ikan saluang
goreng ini sangat laku di pasaran.
Konon menurut ahli gizi, ikan saluang mengandung protein yang sangat
berguna bagi tubuh kita, seperti sebagai sumber energi dan untuk
pertumbuhan, perbaikan dan pemeliharaan sel-sel tubuh. Keunggulan khusus
lemak ikan ini dilihat dari sudut pandang komposisi asam lemaknya,
karena komposisi asam linoleat dan asam arakhidonat dimana keduanya
berupa asam lemak esensial. Penasaran ? Buruan ke toko oleh-oleh di
Banjarmasin dan sekitarnya.
Baca :
10. Bingka
Bingka adalah wadai (kue) tradisional khas Banjar, Kalimantan
Selatan. Rasanya sangat manis, lemak, dan lembut. Bingka merupakan salah
satu kue yang dipakai dalam tradisi Banjar untuk menyajikan 41 jenis
kue untuk acara-acara istimewa seperti pernikahan. Meski dapat ditemukan
sepanjang tahun, bingka menjadi primadona pada bulan Ramadhan karena
rasanya yang manis sehingga cocok untuk berbuka puasa.
bingka khas Banjarmasin (net)
Bingka dibuat dari bahan-bahan sebagai berikut: tepung terigu, telur,
santan, gula pasir, dan garam. Umumnya bingka dipanggang dengan cetakan
berbentuk bunga. Ada bermacam-macam perisa bingka seperti bingka tapai,
bingka kentang, bingka labu (waluh), bingka pandan dan lain sebagainya.
Selain itu, ada jenis bingka lain yang menjadi favorit orang Banjar
dalam bulan puasa, yakni “bingka barandam” yang sebenarnya agak berbeda
cara pembuatannya.
Bingka dapat anda temukan di seluruh pelosok Banjarmasin.